Hal itu dilaporkan oleh TechCrunch, Selasa (28/7/2009). TechCrunch mengaku mendapatkan bocoran dokumen yang menunjukkan lembaga investasi Morgan Stanley sedang mencari pembeli untuk Friendster.
Situs yang pernah menjadi nomor satu di Indonesia itu memang memiliki pasar cukup besar di kawasan Asia. Meskipun saat ini di Indonesia Friendster sudah tersaingi oleh Facebook.
Dalam dokumen yang didapatkan oleh TechCrunch, disebutkan bahwa Friendster memiliki 75 persen pengguna di Asia. Indonesia --bersama dengan Singapura, Malaysia dan Filipina-- pun disebut-sebut secara khusus sebagai pasar yang masih akan tumbuh besar.
Dengan penekanan pada Asia, tak heran jika Friendster kemudian akan mencari pembeli yang berasal dari Asia. Atau, setidaknya, perusahaan yang memiliki minat besar pada pasar di Asia.
Tidak dijelaskan berapa harga saham Friendster yang ditawarkan. Saat ini perusahaan itu disokong oleh lebih dari USD 45 juta dana ventura dari berbagai perusahaan dan perseorangan.















0 komentar:
Post a Comment